Siapa
yang tidak pernah mendengar tentang Zamrud. Hampir seluruh masyarakat
di Indonesia maupun Internasional tak asing lagi dengan yang namanya
Zamrud. Zamrud merupakan batu permata atau batu mulia kelas II yang
berwarna hijau sampai hijau tua. Zamrud termasuk mineral silikat beril
(mengandung beryllium) dan warna hijaunya disebabkan oleh kelumit
kromium. Adanya vanadium dan besi yang menyertai kelumit kromium akan
menyebabkan ragam zona pada warna hijau tersebut. Kekerasan zamrud
termasuk rapuh (7,5 dalam skala Mohs). Walaupun tergolong rapuh, Zamrud
masuk sebagai golongan batu Mulia papan atas karena banyak dicari
orang dan harga bisa sangat mahal ketika potongan Zamrud menjadi
octogonal atau heart.
Ada
beberapa negera penghasil zamrud kualitas tinggi diantaranya :
Kolombia, Siberia, Afrika Selatan, Zimbabwe, Australia dan Brasil
Para
pemakai batu ini mempunyai keyakinan batu yang dikenakannya akan
membawa keberuntungan. Dan tak jarang kita lihat para pebisnis banyak
yang memakai Zamrud sebagai batu kesayangan mereka. Batu zamrud sangat
berbeda dengan batu mulia lainnya, selain tahan panas juga tidak mudah
berubah warna, namun tergolong batu yang mudah pecah (rapuh) dengan
skala kekerasan 7,5 Mohs (skala 10).
Batu
ini tergolong rapuh dan tidak sekeras Safir atau Ruby yang memiliki
tingkat kekerasan hampir 9 Mohs (skala 10). Sehingga harga batu Zamrud
dengan bentuk cuting lebih mahal dibanding Zamrud yang diproses dalam
bentuk biasa. Warna keindahan Zamrud ini secara sekilas memiliki
kemiripan dengan Giok, dan Batu Bacan (berasal dari pulau
Bacan-Indonesia Timur) yang memiliki warna dasar hijau. Tapi bila
ditelisik lebih jauh akan serat dan pancaran warnanya, Zamrud sangat
memiliki keindahan dibanding dengan giok ataupun Batu Bacan (kritokola Bacan)
No comments:
Post a Comment